blog*spot
blog*spot
blog*spot
blog*spot
get rid of this ad | advertise here
--> Catatan Puisi Inong


*me *
Me. Myself. Write poem. Love poem. Love him. Love them. Love you.

*mood swings *

i'm in love

*wishlist *

:: write my own poem-book ::

:: InongHaris ::
:: Zidan&Syifa ::
:: My Kitchen ::
:: Cybersastra ::
:: Blogger ::
:: Blogskins ::


Tag Me
Powered by TagBoard Message Board
Name

URL or Email

Messages(smilies)

 



Monday, August 28, 2006

Tuhan, Kau masih ingat janjiku malam itu?
Aku sudah menepatinya bukan?
Lalu..
Mengapa kabut semakin tebal menggigitku
dan tiada setitik pun berkas sinar di kejauhan

Aku semakin kedinginan, Tuhan
Jangan biarkan ku membeku

-----------------------------------------------------------
BundaZidan&Syifa menulisnya jam 4:41 AM   18 komentar pembaca

Sunday, August 27, 2006

biar kuakui pada dunia
bahwa rasa itu sudah tak ada

mati bersama angin
hembus keringkan airmata
hilang bersama angan
melayang pada awan

biar kuakui pada dunia
perlahan aku mati bersama cinta

-----------------------------------------------------------
BundaZidan&Syifa menulisnya jam 10:31 PM   10 komentar pembaca

Friday, August 18, 2006

aku masih tak pasti
inikah akhir kesabaranku
menghadapimu
dan aku terduduk kelu..

semua masih abu-abu
bahkan aku tak mampu
untuk putarkan waktu
kembali ke lembar biru

aku kuyu

-----------------------------------------------------------
BundaZidan&Syifa menulisnya jam 7:49 PM   2 komentar pembaca

Thursday, August 17, 2006

kalau kau tampung tiap tetes airmata
yang jatuh setiap saat dari pipiku
kau bisa tenggelamkanku
membiarkan ku lenyap
dari setiap detik hidupmu

-----------------------------------------------------------
BundaZidan&Syifa menulisnya jam 7:46 PM   1 komentar pembaca

Wednesday, August 09, 2006

aku dengar
mereka menyanyikan lagu bahagia untukmu
aku mendengar itu
walau lamat-lamat
tapi hatiku sangat tersayat

seharusnya
kalau kau bahagia
aku bisa merasa

tapi yang ada
saat kau bahagia
aku sibuk menghapus air mata

singapore 9 agustus 2006

-----------------------------------------------------------
BundaZidan&Syifa menulisnya jam 8:03 AM   1 komentar pembaca

Friday, July 28, 2006

kala merindumu

ingin teriak
teriak
teriak
teriaaaaaaaaaaaak

tapi kau kunci mulutku
hatiku
nyawaku

dan aku mati
memeluk mimpi

-----------------------------------------------------------
BundaZidan&Syifa menulisnya jam 7:15 AM   1 komentar pembaca

Friday, June 23, 2006

kalau sudah tahu tak akan diberi
mengapa harus sibuk meminta?

sudah lipat saja tanganmu
simpan saja harapmu
percuma saja menanti
takkan mungkin gunung es itu mencair
menghangati hati

-----------------------------------------------------------
BundaZidan&Syifa menulisnya jam 1:52 AM   4 komentar pembaca

Sunday, June 18, 2006

aku ingin saksikan
awan putih bersanding dengan bintang malam
saling bercumbu walau berbeda waktu

seperti kita
kamu dan aku

spore, june 2006

-----------------------------------------------------------
BundaZidan&Syifa menulisnya jam 7:36 AM   3 komentar pembaca

Thursday, April 20, 2006

aku berjalan sendiri
tertatih
tanpa sadar kakiku terkoyak batu
batu mungil tetapi tajam
menusuk kecil tetapi dalam

sama..
seperti kamu
mengoyak hatiku tajam dan dalam

-----------------------------------------------------------
BundaZidan&Syifa menulisnya jam 4:22 AM   1 komentar pembaca

Friday, April 14, 2006

pernahkah Engkau pikir..
untuk akhiri perjalanan panjang ini
hentikan langkah
hitung batu-batu yang terpijak
atur kehidupan yang terkoyak
kembali dalam pelukan cinta abadi...

jika belum,
coba Kau pikir..

aku menunggu jawabmu

-----------------------------------------------------------
BundaZidan&Syifa menulisnya jam 4:57 PM   1 komentar pembaca

Monday, March 20, 2006

kau harus tahu
dalam setiap huruf-hurufku
mengalir deras semua rasa itu

kau harus tahu
tanpamu aku kelu

dekap aku dalam rindumu

-----------------------------------------------------------
BundaZidan&Syifa menulisnya jam 5:55 AM   1 komentar pembaca

Monday, March 13, 2006

: kamu

dalam sendiri
kumelukis wajah tanpa warna
mencari sudut sudut emas
yang tak pernah bisa terwujud

dan aku mendamba

-----------------------------------------------------------
BundaZidan&Syifa menulisnya jam 3:42 AM   0 komentar pembaca

Tuesday, December 27, 2005

gemerlap malam setubuhi bulan kuyu
dan aku masih di sini duduk menunggu
hadirmu

apakah bulan kuyu itu?
bulan yang layu, sendu, memendam rindu
apa bulan pernah bahagia?
kadang dia berbinar, pancarkan sinar yang hingar bingar

ah,..
aku ingin menggenggam sinarnya
kuberikan padamu
agar diammu menjadi senyum
cuma untukku


27122005
*plis..plisss..*

-----------------------------------------------------------
BundaZidan&Syifa menulisnya jam 5:48 AM   0 komentar pembaca

Thursday, December 15, 2005

Rindu Biru
: kamu


Saat rindu tak sanggup menunggu
Kumpulan kata yang tertulis pun beku
Aku menunggu
Sampai datang waktumu
Merengkuh asaku dalam birumu


Singapura
*inthedeepestsadofmissing*

-----------------------------------------------------------
BundaZidan&Syifa menulisnya jam 11:00 PM   0 komentar pembaca

Tuesday, March 01, 2005

Airmata Surgawi


: zidan & syifa

ingin kubendung
setiap airmata kalian yang jatuh
dan buatkan sungai
untuk kita berenang
menuju rumah abadi
........ surga

-----------------------------------------------------------
BundaZidan&Syifa menulisnya jam 2:36 AM   3 komentar pembaca

Thursday, August 15, 2002

CINTA [2]

:kamu

aku ingin menulis puisi tentang cinta
cinta yang sama membelah dua
menghujam tembus alam setia
menanti panas lelehkan saljunya
menghitung bintang cumbu purnama


aku ingin menulis puisi tentang cinta
cinta yang sama
yang itu-itu juga


August 15...

-----------------------------------------------------------
BundaZidan&Syifa menulisnya jam 6:25 PM   0 komentar pembaca

Monday, August 12, 2002

CINTA [1]

: kamu

aku ingin menulis puisi tentang cinta
cinta yang ingin kukubur tapi tak bisa
tetap tumbuh berakar asa
kadang menghamba kini meraja
dan setiap kata terucap seperti nyata


ada.
ada cinta yang ingin kukubur tapi tak bisa.


August 12,....
tahun kelima...

-----------------------------------------------------------
BundaZidan&Syifa menulisnya jam 6:23 PM   1 komentar pembaca

Sunday, May 28, 2000

Selamat Malam



Malam tadi begitu indah
bintang pun merona merah
menahan malu


Angin malam bersiul-siul
senandungkan lagu merayu
Ah.. aku jadi ikut tersipu



Selamat malam, Cinta...
Semoga mimpimu terangkai manis sampai besok pagi
Sebuah kecup di pipi terasa hangat
sampai ke hati



Eh! Tunggu!
Kuraih satu tanganmu ke atas perutku
Dapatkah kau rasakan itu?
Gerakan lembut di dalam sana
Seakan ikut berbisik
"Selamat malam Ayah... Selamat malam Bunda"


Oh...indahnya...


May 28th 2000

-----------------------------------------------------------
BundaZidan&Syifa menulisnya jam 1:18 AM   1 komentar pembaca

Friday, May 19, 2000

MALAM DAN KAMU


Malam belum cukup tua
Kau raih lembut tanganku
Melangkah perlahan
Mengikuti alunan air sepanjang Riverside


Tak peduli pada keramaian
Teriak camar dan debur riak yang pecah
di sudut-sudut rivercab biru itu
membentuk sebuah instrumen indah


Mengiringi langkah kita perlahan
Gemuruh air menggelitik dinding cintaku
Angin pun mulai menusuk-nusuk sendi


Kubersandar di sisi lenganmu
"Dingin...."
Kamu tersenyum
Mengecup keningku lembut
Dan hangatmu membias ke dalam tubuhku


Malam belum terlalu tua
dan kamu...
tak pernah usai memberiku cinta...




--Riverside Point, May 19th 2000--

-----------------------------------------------------------
BundaZidan&Syifa menulisnya jam 8:21 PM   0 komentar pembaca

Sunday, July 25, 1999

Tanpamu


Tanpamu..
malam ini terasa sepi sekali.
hanya sesekali suara jangkrik memecah kebisuan.
Kadang nyaring. menyentak lamunanku.
Kadang pilu. menggugah sudut hatiku.
Mengusik segala diamku.
Kembalikan kenangan waktu itu.
Saat-saat kau ada bersamaku.


Krik! Krik!
Suara-suara itu semakin lama makin membahana.
berirama di telingaku. mengikuti detak-detak jantungku. terasa semakin bernada.seakan mengajakku melangkah untuk berdansa.
satu... dua... satu.. dua...aku berdansa. berputar. menari.dalam irama ilusi.
aku semakin asyik bermimpi.


Aku terus menari. terbang. melayang.sampai menembus gumpalan awan. halus. lembut.tersentuh oleh ujung-ujung jariku.putih. biaskan cahaya indah di pelupuk mataku.
Aku terus menari. menghibur diri. mengisi sepi.mengukir rasa pada hari-hari ini. tanpamu.aku tenggelam dalam nadaku. terlarut dalam rangkaian kata-kataku.
Aku terus menari. dan akan tetap menari.sampai kau datang mengganti.sampai kau kembali mengusir malam yang sepi.



Jakarta, 25 Juli 1999
*dalam kerinduanku yang terdalam*

-----------------------------------------------------------
BundaZidan&Syifa menulisnya jam 6:59 AM   1 komentar pembaca

Friday, July 23, 1999

Puisi hujan dan kamu


tik!tik!tik!
air hujan belum juga berhenti menjatuhi tubuhku dengan jarum-jarumnya yang bening. basah. dingin. dan bulir-bulirnya mengalir di seluruh sudut mukaku.
tiba-tiba aku jadi ingat kamu. yang tak pernah berhenti menghujaniku dengan ciuman kecilmu. hangat. indah.


ciplak!ciplak!sepasang kaki kecil berlari di depanku. tanpa disengaja air percikannya mengotori separuh gaunku.gaun putihku.
sama putihnya dengan rasa rindu yang ada di hatiku saat ini.aku jadi ingat kamu lagi. yang tak pernah puas memercikkan rindu-rindu di dalam jiwaku. manis. megah.hening.


kutelusuri hari-hari ini sendirian.
menguak kerumunan tawa di depan mata. membelah kumpulan bahagia sekelompok anak-anak kecil yang berlarian di tengah hujan. seakan tak ingat pesan ibunda yang melarang dirinya bermain di bawah siraman air hujan.
yang ada cuma tawa riang penuh kemenangan. ada luka di kaki dan tangan. tapi mereka tak acuh, tak pedulikan apa-apa.


ah, aku jadi ingat bekas lukamu di kaki dan tangan. yang bisa membawa cerita untuk dikenang. nanti. suatu saat nanti.ada tempat berteduh di ujung sana. setengah berlari aku mendekat. duduk beralaskan plastik setengah kering. kuambil kertas dan pena dari saku yang mulai terasa basah.


lagi-lagi aku ingat kamu.
dan ingin menulis tentang kamu.
semuanya tentang kamu

...........
karena memang cuma kamu yang ada dalam otakku.


Inong - Jakarta, 23 Juli 1999

-----------------------------------------------------------
BundaZidan&Syifa menulisnya jam 6:58 AM   0 komentar pembaca

Sunday, July 18, 1999

Perahu kecilku


Perahu kecil itu berlayar
tanpa dayung
tanpa kendali
ke kanan....
ke kiri

Berlayar ikuti hembus angin
dengan satu tujuan
yang ntah kapan bisa digenggam

Saat lelah menyebar rasa
tercipta satu asa
ingin menepi di satu dermaga
yang mulai terlihat di sudut mata

Berlayar
ia berlayar,
perlahan,
mendekat
seiring senyum selamat datang
dan sekuntum bunga indah
di antara bilah-bilah kayu si dermaga

Merapat
ia merapat,
terpikat,
terikat

sudah sampaikah aku di tujuan?

18 Juli 1999

-----------------------------------------------------------
BundaZidan&Syifa menulisnya jam 9:56 PM   0 komentar pembaca

Monday, July 12, 1999

RINDU (3)

dan kini,
rindu-rindu yang ada
telah membentuk sebuah cerita indah
sejak kehadiranmu

Kasih,
kau membuat mimpiku
menjadi lebih indah.....

-12 Juli 99-

-----------------------------------------------------------
BundaZidan&Syifa menulisnya jam 9:54 PM   0 komentar pembaca

Thursday, June 24, 1999

Di mana kamu?


gemercik suara air
aliri ujung-ujung jemariku
menyentuh dingin,
menambah suara sepi dalam kalbu



di mana kamu?


lentiknya jemari peri-peri kecil
tiupkan angin di telinga menusuk dingin,
alirkan getar rindu yang meraja


di mana kamu?


sungguh aku bosan menanti
sungguh aku jemu menunggu
duduk termenung menghitung jalannya waktu
tanpa harap tanpa kemungkinan
dan tiada seekorpun burung terbang menuju cakrawala

(di mana kamu?)

-----------------------------------------------------------
BundaZidan&Syifa menulisnya jam 9:35 PM   0 komentar pembaca

Monday, May 10, 1999


dulu aku punya cinta
yang ingin kuberi padamu
bersama seluruh rindu yang sanggup membuat angin berhenti berhembus
bersama seluruh sayang yang mampu membuat ombak kehilangan buih-buih putihnya
bersama seluruh kata yang terukir dalam bilah-bilah hati merahku

(tapi kamu hanya diam)

dulu aku punya cinta
yang sanggup mendentingkan lagu-lagu indah pada setiap tetes embun di pagi yang berkabut
yang mampu menggetarkan ujung-ujung jemari setiap kali gelombangmu mengusik sisi diamku
yang menyusun kata-kata biru yang terpancar tegas dari sudut-sudut kerling matamu

(tapi kamu cuma diam)

dan kini
aku masih punya cinta
...
walau bukan kamu pemiliknya

Jakarta, 10 Mei 99
"seandainya aku bisa berhenti menulis tentang kamu"

-----------------------------------------------------------
BundaZidan&Syifa menulisnya jam 9:52 PM   0 komentar pembaca

Tuesday, April 20, 1999

aku adalah jarum waktumu
yang menari-nari lincah
berputar tidak kenal lelah
yang bergelayut mesra di lingkar tanganmu
yang menemani detik-detik menuju bahagia,
dan malu-malu saat sudut matamu melirik ke arahku

aku adalah jarum waktumu
yang kau bawa ke dalam alam rindu
ikut menari seperti seorang penari
terhanyut dalam irama kehidupan yang bersemu merah-ungu
habiskan waktu sambil terus menunggu

kutahu......
ada sosok manja di benakmu saat ini
yang sanggup membuat degup keras di dadamu
setiap kali bayangnya melintas di pelupuk mata
adakah rindu begitu riuh berteriak-teriak di hatimu
ataukah rasa yang teramat dalam
tergurat indah di setiap katamu
hingga tak sabar kau hitung sisa hari

satu...
dua...
tiga bulan pasti kan datang,
bisik manjanya pasti kau jelang......

to: Ohio, April 20th 99

-----------------------------------------------------------
BundaZidan&Syifa menulisnya jam 9:41 PM   0 komentar pembaca

Monday, April 12, 1999

Kamu ada

kamu ada
di antara detak jantungku
yang semakin kuat berpacu
waktu namamu terlintas di benakku

kamu ada
di sela hela nafasku
yang semakin cepat menggebu
waktu bayangmu menari di pelupuk mataku

kamu ada
di dalam hatiku
riuh mengiringi denyut nadiku
waktu suaramu terdengar di telinga kananku

kamu ada
di ujung-ujung kukuku
lincah menari mengikuti iramaku
waktu jari-jariku menuliskan puisi ini untukmu

kamu ada
di semua sudut-sudut hidupku
dan untuk seluruh hidupku nanti
aku ingin
kamu tetap ada....

12 April 1999
to: Cincinnati - thank you for calling me to nite....

-----------------------------------------------------------
BundaZidan&Syifa menulisnya jam 9:38 PM   0 komentar pembaca

Wednesday, April 07, 1999



Kau tatap mataku dengan benci membaramu
Kau ikat dua tanganku dengan cinta biadabmu
Kau ludahi seluruh mukaku dengan caci-makimu
Kau cabik-cabik hatiku dengan bunga bangkai di bibirmu

Enyahlah dari hatiku..
Aku sanggup berdiri tanpamu

to: the old story

-----------------------------------------------------------
BundaZidan&Syifa menulisnya jam 9:38 PM   0 komentar pembaca



RINDU (1)

Jangan jauh nanti aku layu
Jangan dekat nanti aku kuyu
Biarkan aku bermain dengan rinduku
Delapan bulan lagi kita bertemu
'Duh indahnya rindu..

to: Cincinnati 7'4'99


RINDU (2)


Menanti, menantilah aku di sini
Merangkai kelopak bunga merahmu satu persatu
Menghitung, aku menghitung hari
Dengan sejuta asa aku menyemai rindu
Rindu untuk kamu....


to: Cincinnati 7-4-99

-----------------------------------------------------------
BundaZidan&Syifa menulisnya jam 6:54 AM   0 komentar pembaca

Tuesday, April 06, 1999

Alangkah indah

Alangkah indahnya jadi permaisuri
duduk di atas bantal-bantal empuk bersarung sutera
meneguk air dingin yang mengalir dari sungai Salsabil
ditemani dayang-dayang cantik
bergaun panjang bersulam emas,
berebut membacakan setiap untaian kata puisiku....

Alangkah indahnya jadi permaisuri
walau cuma dalam puisi...

6 April 99

-----------------------------------------------------------
BundaZidan&Syifa menulisnya jam 9:44 PM   1 komentar pembaca